Optimalisasi Waktu Panen Berbasis Ritme Sirkadian untuk Mempertahankan Total Fenolik, Aktivitas Antioksidan, dan Mutu Pascapanen Daun Pegagan (Centella asiatica)
Optimizing Harvest Time Based on Circadian Rhythms to Preserve Total Phenolics, Antioxidant Activity, and Postharvest Quality of Centella asiatica Leaves
Keywords:
Pegagan (Centella asiatica), Ritme Sirkadian, Waktu Penen, Aktivitas Antioksidan, Mutu PascapanenAbstract
Pegagan (Centella asiatica) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki kandungan senyawa bioaktif, terutama senyawa fenolik, yang berperan penting sebagai antioksidan alami dan menentukan mutu bahan baku herbal. Kualitas daun pegagan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor budidaya, tetapi juga oleh waktu panen dan perubahan fisiologis selama penyimpanan pascapanen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh waktu panen berdasarkan ritme sirkadian terhadap kandungan total fenolik, aktivitas antioksidan, dan susut bobot daun pegagan selama penyimpanan serta menentukan waktu panen yang paling optimal untuk mempertahankan mutu pascapanen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri atas empat waktu panen, yaitu pukul 06.00, 10.00, 14.00, dan 18.00 WIB. Seluruh sampel disimpan pada suhu ruang (25 ± 2°C) dengan kelembapan relatif 70–80% selama 0, 2, 4, dan 6 hari. Kandungan total fenolik dianalisis menggunakan metode Folin–Ciocalteu, aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, sedangkan susut bobot dihitung secara gravimetri. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu panen berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Pemanenan pada pukul 14.00 WIB menghasilkan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan tertinggi serta susut bobot terendah selama penyimpanan, sedangkan panen pada pukul 06.00 WIB menunjukkan mutu terendah. Temuan ini membuktikan bahwa ritme sirkadian berperan penting dalam akumulasi metabolit sekunder dan stabilitas mutu pascapanen daun pegagan. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan strategi optimasi waktu panen sebagai upaya sederhana dan efektif untuk meningkatkan kualitas bahan baku tanaman obat tanpa memerlukan perlakuan pascapanen tambahan.