Model Tata Kelola Rantai Pasok Pangan Lokal Berbasis Kemitraan untuk Mendukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia
A Partnership-Based Local Food Supply Chain Governance Model to Support the Sustainability of Indonesia's Free Nutritious Meals (MBG) Program
Keywords:
Tata Kelola, Pangan Lokal, Kemitraan Lokal, Makan Bergizi Gratis, Systematic Literature ReviewAbstract
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong penguatan sistem pangan lokal. Keberhasilan implementasi program ini sangat bergantung pada tata kelola rantai pasok pangan yang mampu menjamin ketersediaan, kualitas, dan kontinuitas pasokan bahan pangan dari tingkat produsen hingga penerima manfaat. Namun, penelitian mengenai tata kelola rantai pasok pangan lokal masih berkembang secara terfragmentasi sehingga belum memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara tata kelola, kemitraan agribisnis, dan keberlanjutan program pangan publik. Penelitian ini bertujuan mensintesis literatur mengenai model tata kelola rantai pasok pangan lokal berbasis kemitraan untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Artikel diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, dan ScienceDirect, kemudian dianalisis menggunakan theory-informed thematic synthesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tata kelola yang efektif dibangun melalui regulasi, koordinasi, transparansi, akuntabilitas, monitoring dan evaluasi, kepemimpinan, serta mekanisme pengambilan keputusan yang terintegrasi. Kemitraan antara pemerintah, petani, koperasi, BUMDes, UMKM pangan, distributor, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berperan dalam memperkuat kapasitas produksi, efisiensi distribusi, dan kepastian pasar. Selain itu, dukungan kebijakan, kelembagaan petani, infrastruktur, logistik, pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama yang memperkuat keberlanjutan rantai pasok pangan lokal. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang mengintegrasikan tata kelola, kemitraan agribisnis, dan faktor pendukung implementasi sebagai dasar konseptual bagi pengembangan kebijakan pengadaan pangan lokal dalam mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.