Penguatan Partisipasi Masyarakat Melalui Pendidikan Pengawa Partisipatif (P2P) Dalam Mewujudkan Pemilu 2029 Yang Bermartabat
Strengthening Public Participation Throught Participatory Voter Education (P2P) in Realizing a Dignified 2029 Election
Keywords:
participatory election monitoring, bawaslu MBD, outer island regions, kalwedo local wisdom, money politics, voter educationAbstract
Pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menghadapi tantangan geografis (blank spot) dan dilema kekerabatan yang rentan memicu politik uang. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengawasan pemilu berbasis komunitas melalui "Pendidikan Pengawas Partisipatif" dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) di Kota Tiakur, Pulau Moa. Sebanyak 40 peserta dari empat pilar masyarakat pemuda, tokoh adat (tua-tua adat), tokoh agama, dan organisasi perempuan mengikuti siklus asesmen situasional, perancangan modul berbasis kearifan lokal Kalwedo, implementasi andragogi, dan evaluasi bersama. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan pada kesadaran kritis (critical consciousness) dan keberanian sosial (social bravery) peserta. Integrasi nilai Kalwedo berhasil mengonversi dilema kekerabatan menjadi komitmen moral kolektif menolak kecurangan, yang dikristalisasikan dalam "Deklarasi Tiakur untuk Pemilu Berintegritas di Bumi Kalwedo" sebagai fondasi jejaring pengawas partisipatif dan early warning system yang terhubung dengan Bawaslu Kabupaten MBD.