Rekonfigurasi Tata Kelola Perhutanan Sosial Berbasis Adaptive Governance untuk Memperkuat Resiliensi Sosial Ekologis di Lanskap Hutan Tropis
Reconfiguring Social Forestry Governance through Adaptive Governance to Strengthen Social Ecological Resilience in Tropical Forest Landscapes
Keywords:
Perhutanan Sosial, Adaptive Governance, Resiliensi Sosial-Ekologi, Tata Kelola, Kapasitas AdaptifAbstract
Penelitian ini mengkaji rekonfigurasi tata kelola perhutanan sosial berbasis adaptive governance dalam memperkuat resiliensi sosial-ekologis di lanskap hutan tropis. Latar belakang penelitian didasarkan pada kesenjangan antara target dan realisasi program perhutanan sosial di Indonesia, yang menunjukkan adanya tantangan dalam aspek kelembagaan dan implementasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika tata kelola, kapasitas adaptif aktor, serta keterkaitannya dengan hasil sosial dan ekologis. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan thematic analysis yang dipadukan dengan kerangka Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan perhutanan sosial tidak hanya ditentukan oleh akses lahan, tetapi juga oleh kualitas tata kelola yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis pembelajaran. Temuan juga menunjukkan adanya hubungan yang saling memperkuat antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman mengenai integrasi antara tata kelola, kapasitas adaptif, dan resiliensi sosial-ekologis, serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan kebijakan dan kelembagaan di tingkat lokal.
