Integrasi Pengetahuan Lokal dalam Sistem Sosial-Ekologis untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati Hutan Tropis di Bengkulu
Integrasi Pengetahuan Lokal dalam Sistem Sosial-Ekologis untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati Hutan Tropis di Bengkulu
Keywords:
Perhutanan Lokal, Sistem Sosial-Ekologi, Keanekaragaman Hayati, Konservasi Hutan Tropis, Adaptasi MasyarakatAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan terhadap hutan tropis di Bengkulu yang berdampak pada penurunan keanekaragaman hayati dan kualitas ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pengetahuan lokal dalam sistem sosial-ekologis serta dampaknya terhadap konservasi hutan tropis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi antara aktor, praktik lokal, dan kondisi ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal masyarakat, khususnya komunitas Rejang, berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui aturan adat, zonasi hutan, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Wilayah dengan praktik lokal yang kuat menunjukkan kondisi biodiversitas yang lebih baik dibandingkan wilayah tanpa praktik tersebut. Selain itu, masyarakat menunjukkan kemampuan adaptasi melalui inovasi seperti agroforestri dan diversifikasi penghidupan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami peran pengetahuan lokal dalam pengelolaan sistem sosial-ekologis serta implikasinya bagi kebijakan konservasi berbasis masyarakat
