Meningkatkan Literasi Budaya Lewat Pembelajaran Kriya Seni di SD Negeri 12 Takengon
Keywords:
literasi budaya, kriya seni, budaya lokal, gayoAbstract
Literasi budaya menempati posisi sentral dalam pembentukan identitas kebangsaan siswa, khususnya pada jenjang pendidikan dasar di mana nilai-nilai fundamental mulai ditanamkan secara sistematis. Penelitian ini mengkaji bagaimana pembelajaran kriya seni yang salah satu cabang seni rupa yang berbasis keterampilan tangan dapat difungsikan sebagai wahana penguatan literasi budaya pada siswa kelas IV SD Negeri 12 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan siswa terpilih, serta dokumentasi karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kriya berbasis budaya lokal seperti menenun motif Gayo, membuat miniatur rumah adat, dan menghasilkan benda hias yang terinspirasi dari perlengkapan upacara adat secara nyata memperkuat pemahaman siswa terhadap makna budaya, kemampuan membaca simbol visual budaya, dan keterampilan berkarya berbasis budaya lokal. Keterlibatan pengrajin lokal dari masyarakat turut memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat kebanggaan siswa terhadap warisan budaya Gayo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kriya seni yang kontekstual dan berpijak pada kearifan lokal merupakan strategi yang efektif dan bermakna dalam membangun literasi budaya sejak usia dini.